Buffett benar-benar mengapresiasi kinerja Chace dan tim. Buffett tahu, bahwa dia tidak begitu memahami bisnis tekstil dengan baik. Oleh sebab itu, Buffett memilih orang yang benar-benar memahami bisnis tersebut dengan baik. Sikap seperti inilah yang diterapkan Buffett terhadap perusahaannya yang lain. Buffett selalu memercayakan bisnis kepada orang yang memang memahaminya. Buffett pun tak lupa untuk memberikan reward kepada para manajemen perusahaannya. Sebab, dia tahu, mereka lah yang telah berjuang untuk menjalankan dan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Buffett pun tak sungkan memuji para manajemen dihadapan para pemegang saham lain. Hal tersebut masih Buffett lakukan hingga saat ini. Berawal dari sebuah bisnis ‘rongsokan’ yang tak memiliki masa depan. Buffett mampu mengubah BH menjadi sebuah perusahaan top didunia.
Penulis kira sudah cukup ulasan artikel kali ini. Tenang, masih ada lanjutan ulasan tentang artikel ini. Artikelnya sudah terlalu panjang, sehingga perlu dibagi menjadi dua bagian. Pada artikel selanjutnya, penulis masih akan mengulas tentang sosok investor legendaris Warren Buffet. Kaitan judul artikel dengan maksud penulis yaitu jika kita ingin menjadi investor hebat seperti Warren Buffet, maka kita ngga cuma fokus pada angka, angka, dan angka. Akan tetapi, ada faktor-faktor lain yang lebih utama dari angka. Pemahaman tentang bisnis, manajemen bisnis yang baik, menemukan mentor yang tepat, serta memiliki sikap rendah hati, sabar, dan yakin pada kemampuan diri sendiri adalah kunci kesuksesan dalam berinvestasi saham. Nantikan artikel bagian kedua ya!