Jangan Tiru Warren Buffett. Anda Ngga Akan Bisa! Part 1

Warren Buffett

Kesalahan Investasi Buffett!

Seperti yang telah penulis sebut di atas. Buffet pun pernah melakukan kesalahan investasi. Salah satu kesalahan investasi terbesar Warren Buffett yaitu pembelian saham Berkshire Hathaway. Ya, memang Berkshire Hathaway adalah sebuah kesalahan pembelian oleh Buffett sebelum perusahaan tersebut menjadi sebuah gurita bisnis yang besar seperti saat ini. Buffett membeli saham Berkshire Hathaway sebanyak 38,6% atau sebesar 392.633 lembar saham dari total 1.017.547 lembar saham yang ada. Keputusan ini disebut Buffett sebagai ‘keputusan bodoh yang monumental’. Buffett menyadari bahwa dia telah melakukan keputusan yang keliru. Warren telah menginvestasikan lebih dari 25% modal Buffett Partnership Ltd (BPL) ke dalam bisnis buruk yang tidak terlalu Buffet pahami. Dalam artikel majalah Fortune tanggal 20 Juli 1998, Buffett berkata, “Kami masuk ke bisnis yang mengerikan karena harganya murah.”

Strategi investasi Buffett saat itu adalah ciri khas ‘puntung cerutu’ ala Benjamin Graham –saham itu sangat murah  sehingga beberapa percikan kecil dalam kinerja atau penjualan, bisa langsung menguntungkan. Seperti kata Buffett, “Puntung cerutu yang ditemukannya di jalan mungkin hanya memiliki satu isapan tersisa dan tidak memiliki banyak kepulan asap, tetapi ‘penawaran-penawaran’ yang akan terjadi membuat kepulan asap itu menjadi keuntungan.” Namun, Berkshire kala itu bukan hanya puntung cerutu, tetapi pantat cerutu yang basah. Benar-benar tidak menjanjikan untuk membangun sebuah kerajaan bisnis!

Buffett Tak Menyerah…

Namun, Buffett tak menyerah begitu saja. Buffett menemui seorang yang bernama Ken Chace yang kelak akan menjadi presiden perusahaan. Ken Chace awalnya seorang kepala manufaktur di Berkshire. Setelah Buffett memegang kendali penuh atas Berkshire, Buffett memilih Ken Chace sebagai presiden perusahaan. Buffett paham betul bahwa Ken Chace adalah orang yang tepat. Pemahaman tentang bisnis tekstil, integritas yang baik, serta sikap terbuka yang dimiliki oleh Chace membuat Buffett tertarik dan mengangkat Chace sebagai presiden perusahaan. Buffett sangat memuji kinerja Chace. Dalam surat kemitraan tahun 1966, Buffett menjelaskan bahwa dia sangat senang bekerja sama dengan Ken Chace dan merasa beruntung memilikinya. Menurut Buffett, Chace telah menjalankan bisnis dengan luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *