Pilih Mana, Jadi Investor atau Trader?

Hmm…judul artikel ini biasanya kerap kali ditanyakan oleh calon pelaku pasar modal. Ketika mereka selesai opening account di perusahaan sekuritas, pertanyaan yang terlintas di benak mereka yaitu, “jadi investor atau trader ya?”. Penulis dahulu juga bertanya tentang hal yang sama. Percayalah, pertanyaan seperti ini hampir pernah ditanyakan oleh calon pelaku pasar modal. Pertanyaan tersebut kerap muncul karena definisi investor dan trader memang berbeda. Lalu, seperti apa perbedaan kedua istilah ini? Terus, kita harus jadi yang mana? Here we go!

Baca Juga: Analisis Fundamental dalam Memilih Saham Tahap 1

Investor dan Investasi

Okay, pertama-tama penulis mulai dari istilah yang sudah sering terdengar di pasar saham, yep investor! Investor adalah orang yang melakukan investasi. Apa itu investasi? Menurut Benjamin Graham, Bapak Value Investing, investasi adalah operasi yang melibatkan analisis menyeluruh, menjanjikan keamanan dana pokok, dan return yang memuaskan. Operasi yang tidak memenuhi persyaratan ini disebut spekulatif. Sangat keliru jika ada orang yang membeli saham, tetapi tidak melakukan ketiga hal di atas, kemudian orang tersebut disebut investor. Sangat disayangkan, istilah investor seringkali digunakan kepada semua pelaku pasar saham tanpa terkecuali. Begitu pun dengan investasi. Kegiatan transaksi saham pun identik dengan investasi. Padahal, sesuai definisi Graham, investasi harus mencakup tiga hal tersebut.

Selain itu, ada satu faktor lagi yang memainkan peran penting dalam investasi, yaitu psikologis. Yep, psikologis menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan dalam menentukan kesuksesan investor. Penulis sendiri mengakui bahwa psikologis menjadi faktor utama dalam berinvestasi. Sebab, psikologis lah yang nantinya akan menentukan metode yang paling cocok. Tak sedikit invetor yang menganggap sepele pentingnya psikologis dalam investasi. Akhirnya, banyak investor yang lebih sering menemui kerugian daripada keuntungan. Sebabnya apalagi kalau bukan karena mengabaikan pentingnya psikologis dalam investasi.

Btw, cuma itu aja kok syarat menjadi seorang investor. Pertama, harus memahami pengertian operasi investasi dan kedua, memiliki psikologis sebagai seorang investor. Nah, kalau dua faktor tersebut sudah dimiliki, barulah mencari metode investasi yang cocok. Terlihat mudah bukan? Eittss! Jangan meremehkan dulu. Nyatanya, tidak semua orang mampu melakukannya. Banyak investor yang sudah ‘menyerah’ karena psikologis mereka yang belum kuat. Lihat portofolio merah, cuss cut loss! Ada juga yang tangannya selalu ‘gatal’ untuk beli saham, sehingga tak sadar kalau sudah pakai margin. Pokoknya, banyak dehh perilaku irasional investor yang muncul. Semua perilaku tersebut bersumber dari psikologis si investor yang tidak siap dan belum memahami konsep investasi yang benar.

Benjamin Graham, Bapak Value Investing

Trader dan Berdagang

Okay, cuss ke istilah yang ngga kalah populer di dunia saham, yaitu trader. Trader merupakan istilah yang merujuk pada seseorang yang melakukan aksi beli dan jual atau berdagang saham dalam periode tertentu. Biasanya dalam periode harian, mingguan, atau bulanan. Inti dari aktivitas trading adalah perputaran kas atau cash turnover. Para trader cenderung tidak suka jika uangnya hanya ‘diam’ saja di sebuah saham. Mereka lebih suka memutar uangnya ke saham lain demi memperoleh capital gain. Analisis yang sering digunakan oleh para trader adalah teknikal.

Psikologis trader berbeda dengan investor. Trader cenderung memiliki psikologi yang berani, cepat, dan agresif. Makanya, para trader cenderung tidak menyukai uang mengendap di suatu saham begitu lama. Trader fokus pada pergerakan grafik dan trend dari saham. Mereka juga fokus pada fluktuasi pasar dan tidak begitu peduli dengan fundamental perusahaan. Namun, para trader ini juga mampu meraih keuntungan yang fantastis lho! Bahkan, mereka mampu memperoleh keuntungan lebih cepat daripada investor sekelas Warren Buffett. Yap, setahu penulis ada seorang trader hebat sepanjang sejarah Wall Street, siapa lagi kalau bukan Jesse Livermore. Livermore hidup pada periode tahun 1877 – 1940.

Jesse Livermore

Begitu pula dengan Graham, Livermore memiliki aturan tentang trading. Menurut Livermore, kerugian yang dialami seorang trader disebabkan karena ketidakpatuhannya terhadap rencana dan aturan trading yang telah dibuat. Meski begitu, Livermore mengakui bahwa hal tersebut tidak dapat dihindari kecuali trader berdagang tanpa emosi sama sekali. Menurut Livermore, ada tiga hal yang patut dihindari oleh seorang trader karena dapat menyebabkan kerugian yaitu;

  • Pengetahuan tentang instrumen pasar yang kurang matang.
  • Aturan berdagang (metode dan dan strategi) yang tidak tegas.
  • Melanggar aturan yang telah dibuat.

Bagaimana Saya Memilih?

Bagi pembaca yang baru akan terjun ke pasar saham atau pembaca yang sampai saat ini masih bingung ingin menjadi investor atau trader, saran penulis adalah pahami diri Anda. Dengan Anda memahami diri sendiri, maka Anda dapat menemukan jalan yang sesuai di pasar saham, apakah menjadi trader atau investor. Keduanya sama-sama dapat menjadikan Anda kaya. Percayalah, tidak ada metode atau jalan terbaik di pasar saham. Semua metode baik asal diterapkan sesuai dengan karakteristik individu masing-masing. Seseorang yang memiliki psikologi cepat, agresif, dan berani mungkin lebih cocok menjadi trader. Seseorang dengan psikologi tenang, sabar, dan hati-hati mungkin lebih cocok menjadi investor. Intinya, kembali ke diri masing-masing. Penulis pribadi adalah seorang investor. Sebab, penulis merasa tak nyaman menggunakan analisis teknikal dan menyukai ketenangan. Penulis tak pernah mencoba menjadi trader karena penulis sadar bahwa penulis takkan pernah cocok dengan gaya semacam itu. Jika penulis paksa, hal tersebut hanya akan membuang waktu. Oleh sebab itu, penulis tentukan dari awal bahwa penulis akan menjadi investor. Penulis yakin, bahwa suatu saat penulis akan menjadi investor sukses. Walter Schloss pernah berujar, “Berinvestasi lah dengan gaya yang membuat Anda nyaman”. Be yourself and create your own success!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *