Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia 2019

Tahun 2019 sudah kita lewati dan telah berganti menjadi tahun 2020. Banyak hal menarik yang terjadi selama tahun 2019, salah satu contohnya adalah naik dan turunnya Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia selama tahun tersebut.

Perfoma IHSG
Performa IHSG

Kuartal Pertama Tahun 2019

Pada kuartal pertama ini IHSG bergerak sideways dengan range 6341 – 6575. Pergerakan sideways ini disebabkan karena investor masih menunggu laporan keuangan emiten yang akan dipublikasikan akhir kuartal pertama atau lebih tepatnya bulan maret.

Awal tahun 2019 menjadi hal yang membahagiakan, karena IHSG berhasil naik sebesar 5.46% pada bulan januari. Namun hal itu tidak bertahan lama, dua bulan terakhir pada kuartal pertama yaitu bulan februari dan maret tidak menunjukkan performa yang bagus, melainkan bergerak flat bahkan turun.

Kuartal Kedua Tahun 2019

Kuartal kedua menjadi kejutan yang sangat mengagetkan, karena pada kuartal ini IHSG sempat dibawa naik sebesar 2.32% bahkan menjadi titik tertinggi sepanjang sejarah, yaitu 6637. Namun hal itu tidaklah bertahan lama, setelah kenaikan tersebut IHSG menunjukkan tanda-tanda penurunan yang dapat kita lukiskan di chart.

Chart IHSG
IHSG

Tanda-tanda penurunan IHSG sudah tergambar sejak kuartal pertama. Jika kita membuat sebuah trendline maka yang kita dapatkan adalah IHSG bergerak turun secara perlahan. Penurunan IHSG pun tidak tanggung, yaitu sebesar 13.9% hanya dalam waktu satu bulan dari titik tertingginya. Penurunan IHSG mencerminkan laporan keuangan kuartal pertama tahun 2019 yang tidak sesuai dengan ekspektasi, tidak hanya faktor internal saja yang mempengaruhi penurunan IHSG ini namun terdapat faktor eksternal seperti Trade War, kenaikan suku bunga The Feed, nilai rupiah masih tinggi, dan lainnya.

Ada sebuah keajaiban setelah penurunan IHSG, yaitu terjadi kenaikan sebesar 9.84% hanya dalam waktu setengah bulan saja. Kenaikan ini berlangsung hingga awal kuartal tiga.

Kuartal Tiga Tahun 2019

Berbeda dengan kuartal satu dan dua yang ditutup positif, kuartal tiga seperti roller coaster yang naik dan turun. Wajar saja jika kuartal ini lebih banyak turun daripada naiknya, karena biasanya IHSG cenderung melemah dan terbukti dengan performa IHSG sejak 1994.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *