Cara Memilih Reksadana Pasar Uang (RDPU)

Bagi kamu reksadana itu masih terdengar asing atau enggak? Bahkan masih bertanya-tanya bedanya dengan saham apa? Artikel sebelumnya pernah membahas perbedaan reksadana dengan saham (Artikelnya). Artikel kali ini akan membahas cara memilih reksadana pasar uang. Admin sendiri sudah pernah membeli RDPU. Yuk langsung aja ke pembahasan.

Apa itu Reksadana Pasar Uang?

RDPU adalah reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi untuk diinvestasikan 80% bahkan 100% ke dalam efek bersifat hutang berjangka kurang dari satu tahun seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Deposito Berjangka, dan Obligasi yang jatuh tempo di bawah 1 tahun. Return yang diperoleh dari reksadana pasar uang lebih rendah daripada jenis reksadana lainnya, karena memiliki risiko paling rendah. RDPU termasuk salah satu intrumen investasi yang tetap stabil meskipun kondisi ekonomi global ataupun nasional sedang goyah.

Keunggulan dan Kelemahan RDPU

Return tetap, maksudnya adalah keuntungan yang akan kamu dapatkan sesuai dengan informasinya. Return RDPU berkisar antara 6%-7% setiap tahunnya, bahkan setiap tahun dapat mengalami kenaikan. Misalkan return dalam 1 tahun ialah 6% dan dana kamu 10 juta maka keuntungan yang kamu peroleh 600 ribu.

Minim mengalami kerugian, return yang kamu dapatkan bersifat flat bahkan jarang sekali mengalami penurunan.

RDPU tidak dijamin oleh negara, artinya jika terdapat gagal bayar pada efek bersifat utang berjangka kurang dari satu tahun maka kamu akan kehilangan modal. Namun kasus ini sangat jarang terjadi.

Adanya wanprestasi, terjadi apabila ada pihak yang tidak sanggup memenuhi janji atau ingkar janji.

Buka Rekening Saham Online: https://kelassaham.com/open-account/

Cara Memilih RDPU

Sebelum kamu melakukan pembelian RDPU, sebaiknya harus dianalisis terlebih dahulu. Tujuannya agar RDPU yang kamu pilih sudah tepat dengan tujuan investasimu. Misalkan kamu ingin liburan tapi jangka waktunya kurang dari satu sahun, maka kamu perlu memilih RDPU yang sesuai.

Admin akan mengambil contoh RDPU yaitu Sucorinvest Money Market Fund.

Pilih Total AUM Besar. AUM merupakan jumlah dana yang dikelola dalam suatu produk reksadana. Semakin besar AUM maka semakin besar dana yang dikelola, artinya pihak yang mengelola reksadana mendapatkan banyak kepercayaan dari investor.

Pilih CAGR 5yr yang tinggi. CAGR (Compound Annual Growth Rate) adalah tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata suatu reksadana selama jangka waktu lima tahun terakhir. Semakin tinggi nilai CAGR maka semakin tinggi pula return yang akan kamu dapatkan.

Pilih Max Drawdown yang rendah. Max Drawdown adalah penurunan maksimum suatu reksadana dari titik puncak ke titik terendah, sebelum puncak baru tercapai selama periode tertentu. Dapat dijadikan sebagai indikator risiko penurunan dari suatu reksadana. Semakin rendah nilainya, semakin rendah pula risiko yang akan kamu terima.

Pilih Expense Ratio kecil. Expense ratio mengukur seberapa besar biaya yang dikeluarkan untuk mengelola reksadana. Nilai expense ratio kecil mencerminkan kepiawaian Manejer Investasi dalam mengelola reksadana untuk investor secara efisien.

Kamu perlu tahu dana investasimu akan dialokasikan kemana aja. Contoh, dana kamu akan dialokasikan pada tiga instrumen investasi yaitu obligasi (59.32%), deposito dan setara kas sebesar 40.68%.

Cek Siapa Saja Pengelola Reksadana. Dapat kamu cek melalui prospektus yang diterbitkan oleh pihak yang bersangkutan. Letaknya ada pada bab 2 bagian pengelola reksadana dan bab 3. Tujuannya agar kamu tahu apakah dana kamu dikelola oleh pihak yang berkompeten dan berpengalaman dalam bidangnya atau tidak.

Cek Laporan Kinerja Bulanan (Fund Fact Sheet). Kamu akan mengetahui kinerja setiap bulannya melalui informasi tersebut.

Demikian cara yang biasanya admin gunakan saat menganalisis RDPU. Kalau kamu belum memiliki akun reksadana, kamu dapat menggunakan kode referal kelassaham untuk membuka akun di Bibit dan mendapatkan cashback sebesar Rp 25.000. Sekian artikelnya, semoga bermanfaat ya. Gabung channel telegram: @kelassaham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *