Perbedaan Investasi Saham dengan Reksadana

Kamu baru aja terjun pasar modal Indonesia? Sempat kebingungan nggak perbedaan investasi saham dengan reksadana? Kalau kamu sempat kebingungan, berarti kamu sudah di artikel yang tepat, karena artikel ini akan menjelaskan perbedaan tersebut agar kamu tidak kebingungan lagi.

Meskipun sama-sama produk investasi, tapi terdapat perbedaanya loh. Bagi orang awam akan mengira kalau sama aja toh juga investasi. Kalau kamu masih berpikir sama aja antara kedua produk investasi tersebut berarti kamu belum begitu memahami perbedaan dari keduanya.

Buka Rekening Saham Online: https://kelassaham.com/open-account/

Pengertian Saham dan Reksadana

Mengacu pada Bursa Efek Indonesia (BEI), saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sedangkan Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Ada tiga hal yang terkait dari definisi tersebut yaitu, Pertama, adanya dana dari masyarakat pemodal. Kedua, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek, dan Ketiga, dana tersebut dikelola oleh manajer investasi.

Dari kedua pengertian di atas sudah dapat dipastikan bahwa saham dengan reksadana itu berbeda meskipun sama-sama produk investasi. Sampai di sini sudah paham ya pengertian dari saham dan reksadana.

Perbedaan Investasi Saham dengan Reksadana

Pengelolaan Dana

Pengelolaan dana investasi antara saham dengan reksadana berbeda. Dana yang kamu alokasikan di saham sepenuhnya dikelola oleh kamu sendiri. Saham apa yang akan kamu beli atau jual, kapan saatnya menekan tombol buy atau sell, dan berapa keuntungan yang ingin kamu dapatkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab kamu. Sedangkan reksadana, dana kamu akan dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Tugas seorang MI adalah mengelola himpunan dana dari banyak orang termasuk dana kamu. Dana tersebut akan dialokasikan dalam produk investasi yang berbeda-beda, seperti pasar uang, obligasi, atau saham. Kamu dapat mengetahui alokasi dana tersebut melalui fund fact sheet.

Risiko dan Keuntungan

Aku akan membahas risiko dulu, hehe biar deg-degan. Tentunya saham memiliki risiko yang lebih tinggi daripada reksadana, karena pergerakan harga yang lebih fluktuatif. Risiko saham dapat terjadi ketika harga saham mengalami penurunan atau perusahaan terkena likuiditas. Jika hanya penurunan harga saja tidak begitu besar risikonya karena dapat kita antisipasi dengan mengurangi kerugian yang kita miliki dengan cara cut loss, sedangkan likuiditas memiliki risiko yang besar yaitu dana kamu mungkin tidak kembali.

Risiko reksadana lebih rendah daripada saham karena dikelola oleh MI yang berpengalaman. Meskipun kamu belum jago untuk mengelola investasi, ada MI yang lebih jago. Jadi kamu dapat lebih tenang.

Oke kita bahas keuntungan. Keuntungan yang ada di saham terbagi menjadi dua, yaitu capital gain dan dividen. Kamu akan mendapatkan keuntungan ketika harga saham mengalami kenaikan, atau harganya lebih tinggi daripada saat kamu membelinya. Contoh kamu membeli diharga 5000, kemudian harganya naik menjadi 5500 maka kamu mendapatkan keuntungan. Keuntungan yang kedua yaitu dividen akan kamu dapatkan jika perusahaan tersebut bersedia untuk membagikan dividen, karena tidak semua perusahaan yang tercatat di BEI membagikan dividen. Dividen biasanya dibagikan satu tahun sekali, ada juga yang membagikannya lebih dari satu kali dalam satu tahun.

Sama halnya dengan saham, reksadana juga memiliki dua keuntungan. Keuntungan yang didapat dari selisih harga per unit, bedanya ada pada dividen. Ketika perusahaan membagikan dividen maka akan otomatis menambah Nilai Aktiva Bersih per Unit dengan catatan ialah reksadana saham. Reksadana seperti pasar uang dan obligasi hanya selisih harga per unit saja.

Pajak

Siapa yang tidak tau pajak? yap, tebakan kamu benar. Intrumen investasi juga dapat dikenai pajak. Pajak untuk saham berupa pajak final sebesar 0,1% yang sudah masuk dalam perhitungan fee beli dan jual. Dividen juga dapat dikenai pajak sebesar 10%, pajak tersebut dapat kamu lihat pada saat mendapatkan email berupa pembagian dividen.

Bedanya dengan saham ialah reksadana tidak termasuk dalam objek pajak, jadi keuntungan yang kamu peroleh penuh tidak dikurangi pajak. Hal ini sudah diatur dalam UU PPh Pasal 4 Ayat 3.

Apakah kamu sudah paham perbedaan dari kedua instrumen investasi di atas? Kalau kamu ingin berinvestasi saham dapat membuka akun dengan menghubungi staff Mirae Asset Sekuritas, kontak: bit.ly/staffmiraeasset. Sedangkan untuk reksadana kamu dapat menggunakan kode referal kelassaham untuk membuka akun di Bibit dan mendapatkan cashback sebesar Rp 25.000.

Gabung channel telegram: @kelassaham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *