Pengertian Bid dan Offer Saham

Setelah kamu membuka akun saham, pastinya login ke aplikasi sekuritas untuk melakukan transaksi beli ataupun jual. Ternyata ada antrian harga dan posisinya ada yang merah kuning hijau. Maksudnya apa? Bedanya juga apa? Kali ini mimin akan bahas pengertian bid dan offer saham.

Pada artikel pengertian bid dan offer saham kali ini, mimin akan lebih fokus ke cara membaca dan mekanismenya. Simak baik-baik ya.

Apa itu bid dan offer?

Bid dan offer merupakan istilah untuk melakukan transaksi saham yang berlangsung di bursa. Bid adalah penawaran beli, minat beli, atau antrian beli. Kalau kamu ingin melakukan pembelian dengan cara mengantri maka harga yang kamu pilih berada pada posisi bid. Offer adalah penawaran jual, minat jual, atau antrian jual. Kalau bid untuk mengantri beli, sebaliknya kalau kamu ingin menjual saham dengan cara mengantri maka harga saham yang dapat kamu pilih berada pada posisi offer.

Mekanisme

Biar lebih mudah dipahami, contoh bid offer saham seperti di atas. Terdapat beberapa harga saham, jumlah antrian, dan frekuensi antrian. Tampilan bid dan offer dipisah menjadi dua sisi, yaitu kanan dan kiri atau atas dan bawah. Kiri untuk posisi bid dan kanan untuk posisi offer. Harga saat ini yang sedang diperdagangkan disebut dengan last price, ditandai dengan kontak warna hijau. Last price dapat berubah-ubah posisinya antara kanan atau kiri, namun masih diposisi teratas.

Harga antrian pada bid dan offer dapat bergerak tergantung permintaan dan penawarannya. Kalau banyak yang membeli tanpa melakukan antrian atau disebut hajar kanan (haka) maka harga diposisi offer berpindah ke posisi bid. Harga 1225 masih berada di offer (ask) dengan jumlah antrian 5612, apabila antrian diharga 1225 telah habis terjual maka yang sebelumnya diposisi offer akan berpindah ke bid menggeser harga 1220.

Sebaliknya harga bid pun dapat berpindah ke offer apabila banyak yang langsung menjual diharga bid atau biasa disebut hajar kiri (haki). Harga 1220 masih berada di bid dengan antrian 3411, jika telah terbeli semua maka harga yang sebelumnya berada di bid akan berpindah ke offer menggeser harga 1225.

Bid dan offer mencerminkan seberapa besar permintaan dan penawaran pada saham tersebut. Semakin banyak permintaan maka harga akan semakin naik, begitu pula dengan pernawaran jika banyak yang menawarkan maka harga cenderung turun. Dapat juga kamu gunakan untuk mengetahui apakah saham tersebut banyak peminatnya atau tidak.

Aku kasih sedikit ilmu cara membaca bid dan offer untuk trading ya

Ada dua sisi yaitu bid dan offer. Ketika banyak antrian di posisi bid dan jumlahnya lebih besar daripada offernya, ada kemungkinan saham tersebut akan dinaikkan atau harga sahamnya sedang dijaga. Namun perlu hati-hati jika jumlah bid besar tapi sangat rapi, contoh jumlah bid 5 teratas sama-sama berjumlah sekitar 100rb (bebas jumlahnya, tapi sangat rapi dan hampir berdekatan). Bisa jadi itu hanya bid palsu agar kamu terjebak untuk membeli saham.

Sedangkan untuk offer dengan jumlah antrian banyak ada kemungkinan harga akan turun atau harga tertahan jangan sampai naik dulu. Sama halnya dengan bid, offer juga dapat dipalsukan. Offer yang tipis atau sedikit antrian memberi kesan kalau yang jual sedikit, jadi sangat mungkin harga untuk tarik naik. Tunggu dulu, bisa aja itu pancingan untuk kamu agar langsung haka dan ternyata harganya dibanting turun.

Kejadian bid dan offer seperti ini lebih sering terjadi di saham gorengan atau berfluktuasi sangat tinggi. Jadi aku sarankan kalau belum terbiasa membaca bid dan offer hindari beli saham gorengan atau teknik scalping. Oke, sekian ya semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih sudah membaca.

Sekian artikelnya, semoga bermanfaat ya. Gabung channel telegram: @kelassaham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *