Ciri-ciri Investasi Bodong

Sudah bukan hal biasa lagi saat ada berita mengenai investasi bodong. Bahkan hampir setiap bulan ada berita yang dipublikasikan dan kerugiannya pun tidak tanggung-tanggung, bisa puluhan juta atau ratusan juta rupiah. Kenapa ya banyak yang terkena investasi bodong, padahal investasi yang jelas-jelas legal ada dan sudah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)? Artikel kali ini akan membahas mengenai ciri-ciri investasi bodong. Dibaca dengan teliti ya agar kamu terhindar dari investasi bodong.

Apa itu Investasi Bodong?

Investasi bodong merupakan penanaman modal pada instrumen keuangan atau bisnis palsu. Kenapa dapat disebut dengan “kepalsuan“? Karena instrumen keuangan ataupun bisnis yang dijanjikan ke kamu itu tidak benar-benar ada alias hanya karangan semata.

Buka Rekening Saham Online: https://kelassaham.com/open-account/

Gini deh, semisal kamu sedang diprospek untuk dijadikan target berikutnya oleh seorang oknum. Pada saat itu kamu dijelaskan bahwa modal kamu akan diinvestasikan ke produk instrumen keuangan, tapi ketika kamu menanyakan instrumen keuangan apa, dia nggak bisa menjawabnya dengan pasti bahkan cenderung berbelit-belit. Apalagi ke suatu bisnis yang kamu sendiri pun tidak pernah dengar. Kamu perlu menjadi agen mata-mata, loh kenapa? Harus pakai pakaian serba hitam? Nggak juga, tetapi kamu perlu ekstra hati-hati jika sedang diprospek. Lengah sedikit aja kamu akan berhasil ditangkap.

Ciri-ciri Investasi Bodong

Pertama, Menawarkan Keuntungan Tinggi Dalam Waktu Singkat.

Kalau kamu ditawari investasi dengan imbal hasil yang sangat tinggi bahkan sampai tercengang mendengarnya, apakah kamu mau? Ya jelas maulah ya, siapa juga yang nggak mau dapat untung besar. Ibarat kedatangan Dewi Fortuna. Namun sayang, bukanlah Dewi Fortuna yang datang tetapi bak tersambar petir. Investasi yang diharapkan dapat memberi imbal hasil tinggi, ternyata hanyalah angan belaka ditambah uang hilang bak ditelan bumi.

Investasi bodong selalu menawarkan imbal hasil yang tinggi atau diluar nalar. Imbal hasil yang ditawarkan dapat berkali-kali lipat. Jika kamu menginvestasikan sebesar 5jt maka akan menjadi 100jt hanya dalam waktu 1 bulan. Bukankah sangat tidak mungkin mendapatkan keuntungan sebesar itu hanya dalam waktu singkat.

Sebaiknya kamu hindari meskipun dapat memberikan imbal hasil yang tinggi. Memang high risk high return itu ada, tetapi tidak yang diluar nalar seperti itu.

Kedua, Produk atau Bisnisnya Tidak Jelas.

Diawal sudah disinggung bahwa instrumen atau bisnis dalam investasi bodong itu tidak jelas, bahkan sangat tidak jelas. Pihak tersebut cenderung menutup-nutipi produk maupun bisnisnya. Pastikan sebelum berinvestasi, kamu harus cek bisnis dan produknya. Apakah jelas atau tidak, jika tidak terdapat kejelasan lebih baik hindari.

Ketiga, Tidak Terdaftar Di Otoritas Jasa Keuangan.

Investasi yang legal tentunya mempunyai perlindungan ataupun pengawasan dari badan hukum disuatu negara. Di Indonesia yang memiliki tugas untuk melindungi dan mengawasi ialah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Coba cek deh, apakah tempat kamu berinvestasi itu sudah terdaftar di OJK atau belum. Jika ternyata tidak terdaftar atau justru masuk daftar blacklist OJK maka dapat dipastikan bahwa investasi tersebut ilegal.

Sebisa mungkin hindari investasi bodong ya, karena sangat merugikan.

Gabung channel telegram: @kelassaham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *