Halo, kamu pernah nggak sih melakukan trading saham dan lupa untuk taking profit atau ambil untung, sedangkan sahamnya sudah turun dibawah target penjualan? Kali ini penulis akan membahas mengenai trailing stop. Simak baik-baik ya.
Apa itu Trailing Stop (TS)?
TS merupakan sebuah perintah atau sistem yang ada di pihak sekuritas atau broker untuk melakukan penjualan saham secara otomatis pada saat harga saham turun. Penurunan saham yang tidak pasti menjadi alasan untuk menerapkan TS, terlebih trading saham. Berikut ilustrasinya:

Berdasarkan ilustrasi diatas membuktikan bahwa ekspektasi harga saham kadang tidak sesuai dengan realitanya. Kita berharap harga saham akan mengalami kenaikan terus menerus. Ya siapa sih yang nggak mau keuntungannya terus berlimpah. Hehe. Tetapi realitanya berbeda, harga saham tidak akan selalu naik, kadang dapat turun setelah mengalami kenaikan. Hal tersebut wajar, karena seperti itulah pasar. TS berperan penting di sini, terlebih bagi kamu yang sedang trading.
Baca Juga: Pengertian Pasar Modal Indonesia
Buka Rekening Saham:
Fungsi Trailing Stop
TS berfungsi untuk mengamankan keuntungan yang kamu peroleh (unrealized gain) pada saat harga saham bergerak tidak sesuai dengan prediksimu. Penggunaan TS cukup mudah, yaitu dengan mengaturnya pada aplikasi atau software sekuritas.
Contoh: Kamu membeli saham ABCD pada harga 700 dan menetakan titik stop loss sebesar 4%. Maka setiap harga saham tersebut mengalami kenaikan, TS akan otomatis mengikuti titik tertinggi. Jadi, pada saat harga saham naik ke harga 800 maka TS akan otomatis berubah menjadi 768 atau jika dibulatkan berdasarkan fraksi saham sebesar 770. Intinya adalah TS akan mengikuti pergerakan harga saham berdasarkan titik tertinggi. TS tidak akan lebih rendah daripada stop loss sebelumnya, karena acuannya menggunakan titik tertinggi pada saat itu.
Gabung channel telegram: @kelassaham