Dua hari terakhir IHSG mengalami penurunan signifika, bahkan penurunan hari ini mencapai -1,78%. Namun penurunan tersebut tidak lama melainkan mengalami kenaikan hingga -0,86%.

Dari chart diatas, penurunan IHSG menyentuh titik support lalu kembali naik. Hari ini Asing keluar sebanyak 948M, wajar saja jika IHSG mengalami penurunan sebesar itu. Namun disisi domestik market maker masih menahan penurunan IHSG selama 4 hari ini (tertulis di chart “Market Maket in Here for 4 Days”).

Jika kita asumsikan dengan pola disertai dengan trendline maka pola foreign flow seperti diatas. Hampir sama persis dengan chart IHSG, cenderung menurun.
Lalu Kenapa IHSG Turun?
Pelemahan IDR

Alasan pertama IHSG mengalami penurnan adalah melemahnya mata uang IDR terhadap USD. Gambar diatas menunjukkan kenaikan dari USD dan pelemahan IHSG. IDR menjadi salah satu mata uang yang melemah di dunia, hal ini karena investor masih menunggu hasil kesepakatan damai dagang AS-CHINA yang akan diumumkan pada hari jumat minggu depan.
Kembali memanasnya perang dagang AS-CHINA menjadi kekawatiran bagi negara berkembang seperti Indonesia. Jika tidak ada kesepakatan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sudah mengancam akan meningkatkan bea impor atas produk China senilai US$ 200M. Perang dagang jilid 2 menjadi ketakutan baru bagi investor.
Karena hal tersebut investor menarik dana dari negara berkembang, mereka menjaga asetnya demi menghindari risiko investasi. Akibatnya IDR tidak mempunyai pijakan untuk menahan tekanan mata uang lainnya, depresiasi nilai tukar tidak dapat dihindari. Dalam hal ini USD menjadi pilihan yang paling menarik untuk investor.
The Fed
Usai menggelar rapat bulanan kemarin, The Fed mengumumkan suku bunga acuan yang ditahan pada kisaran 2,25%-2,5%. Dengan menahan suku bunga maka risiko koreksi nilai aset berbasis dolar mengecil. Hal ini dapat menggiring pelaku pasar untuk mengoleksi dolar disaat perekonomian global sedang tidak kondusif.
Laporan Keuangan Emiten Tidak Sesuai Investasi
Investor sangat menginginkan laporan keuangan emiten itu manarik atau bagus, sehingga cenderung menambah porsi ke saham tersebut. Namun pada kuartal pertama 2019 ini, beberapa emiten besar menunjukkan laporan keuangan yang tidak sesuai ekspetasi mereka. Sehingga membuat pasar kecewa.
- PTBA: -21,6% YoY
- AALI: -89,5 YoY
- UNVR: -4,4% YoY
Saham-saham diatas merupakan sampel dari penurunan laporan keuangan kuartal 1 2019. Masih ada saham selain diatas yang mengalami penurunan kinerja pada kuartal ini.
Belum punya akun saham? Buka rekening saham dengan mudah melalui:
https://kelassaham.com/open-account/

Supported by BEST Community